Saturday, 4 January 2014

Bakuman [Review]



Di Jepang pekerjaan menjadi seorang mangaka (baca: komikus) merupakan salah satu pekerjaan yang paling disukai. Pekerjaan yang 'terkesan' gampang karena hanya membuat beragam cerita dari komik agar terkenal itu ternyata memiliki jalan yang terjal agar dapat menciptakan suatu komik yang bisa terkenal dan laku di pasaran. Komik Bakuman ini menceritakan kisah dua orang anak SMA yang bercita-cita menjadi seorang mangaka profesional yang dapat membuat komik di majalah terbitan terkenal yaitu JUMP yang merupakan majalah komik langganan adaptasi animasi di Jepang.




Sinopsis 

Demi meraih kesuksesan yang cuma dirasakan segelintir orang, Moritaka Mashiro dan Akito Takagi meneguhkan tekad untuk mengarungi kerasnya persaingan dunia manga (baca: komik)!

Mashiro yang punya kemampuan hebat dalam hal menggambar dan Takagi yang hebat soal cerita bersepakat untuk bekerjasama dan menorehkan legenda baru dalam sejarah manga!


   Karakter Utama:

Moritaka Mashiro (Saiko)

merupakan tokoh utama dari komik ini. Mashiro yang biasa dipanggil Saiko oleh Takagi (partner Mashiro dalam mengerjakan manga) memiliki bakat yang mengagumkan dalam hal menggambar, kemampuan menggambarnya dari kecil sudah terlihat dari banyaknya penghargaan dalam lomba menggambar yang ia ikuti. Mendiang pamannya merupakan orang yang berperan besar dalam menumbuhkan rasa cintanya dalam dunia menggambar manga. Selain untuk memenuhi janji  menikahi pacarnya yaitu Azuki, Mashiro juga memiliki cita-cita untuk membuat suatu manga yang bisa menjadi haluan baru dalam dunia manga, yang merupakan cita-cita yang pernah dimiliki oleh pamannya.






Takagi Akito (Shujin)

Orang yang bertanggung jawab dalam membawa Mashiro kedalam dunia para mangaka. Takagi merupakan pengarang cerita dalam duo Ashirogi Muto, kemampuannya dalam membuat cerita lebih cocok bila ia menjadi penulis novel, tapi karena kecintaannya pada dunia manga dan anime membuatnya mempertaruhkan segalanya agar dapat berjaya di industri manga. Di sekolah Akito merupakan siswa yang terbaik dengan nilai tertinggi setiap semester sebelum menempuh menjadi mangaka bersama Mashiro. Karakter yang mirip dengan tokoh Light Yagami dari manga/anime Death Note ini memiliki kemampuan yang menakjubkan ketika membuat plot cerita yang kelam dan berliku-liku.






 Azuki Miho:


Merupakan tokoh utama perempuan dalam serial ini. Azuki adalah anak dari wanita yang dicintai oleh pamannya Mashiro, namun karena pamannya belum pernah membuat sebuah manga yang terkenal ia pun tidak pernah menyampaikan perasaannya kepada ibu Azuki yang akhirnya menikah dengan orang lain. Azuki sebenarnya juga menyukai Mashiro, bahkan sebelum Mashiro mengetahuinya. Azuki menyukai Mashiro semenjak ia bertemu dengannya ketika masih di taman kanak-kanak. Mengetahui Mashiro berusaha mewujudkan impiannya untuk menjadi mangaka yang terkenal, Azuki pun berjuang juga agar dapat menjadi seorang seiyuu/pengisi suara (dalam kasus ini untuk animasi) yang cocok di anime yang diadaptasi dari karya Ashirogi Muto (nama pena pasangan duet Mashiro dan Takagi).



Niizuma Eiji:

Eiji merupakan rival sekaligus teman bagi Ashirogi Muto. Pemuda ini bahkan sudah menjadi buah bibir petinggi JUMP dikala manga karyanya berhasil menarik minat pembaca sebagai manga terpopuler, meskipun ia masih berusia 15 tahun ! Yang lebih mengagumkan dari Eiji ialah ia dapat membuat sebuah plot cerita manga yang menarik untuk dibaca tanpa perlu membuat name (sketsa cerita) terlebih dahulu. Dibandingkan Ashirogi Muto, ia lebih dahulu membuat manga yang diangkat menjadi anime, sebuah manga dengan tipe mainstream battle-manga berjudul CROW. Ketika direkrut oleh JUMP ia diberikan perlakuan khusus, yaitu bila ia sudah menjadi seorang mangaka yang terbaik maka ia diperbolehkan untuk memberhentikan satu manga yang ia tidak sukai.


Plot Cerita Bakuman

Moritaka Mashiro (Saiko) merupakan murid yang memiliki kemampuan yang tinggi dalam hal menggambar, hal ini juga dipengaruhi oleh almarhum pamannya yang berkerja sebagai seorang mangaka. Kemampuan gambar Mashiro diketahui oleh Takagi Akito (Shujin) ini pun berusaha membujuk Mashiro agar mau menjadi mangaka bersama dirinya, namun karena image buruk dari mangaka yang dilihat Mashiro dari pamannya ia pun menolak ajakan Takagi. Meski ditolak, ternyata Takagi tidak menyerah untuk menjadikan Mashiro sebagai partner-nya untuk menjadi mangaka, Takagi menggunakan rasa suka Mashiro terhadap teman sekelasnya, Azuki Miho untuk membuatnya mau menjadi partner-nya. Hal yang tidak diduga oleh Takagi ialah Mashiro (secara tidak sadar) melakukan hal yang tidak pernah dilakukan oleh pamannya, yaitu melamar orang yang ia sukai (dalam hal ini, Mashiro akhirnya melamar Azuki), dan hal yang lebih tak terduga pun terjadi ; Azuki menerima lamaran Mashiro untuk menikahinya,namun dengan syarat Mashiro tidak boleh menemui Azuki sampai cita-cita mereka tercapai. Yaitu ketika Mashiro menjadi mangaka yang terkenal dan Azuki menjadi seiyuu yang populer , lalu saat komik karya Ashirogi Muto diangkat ke layar animasi dan Azuki menjadi seiyuu untuk heroine karya mereka.

Review


Komik Bakuman dibuat oleh duo Tsugumi Ohba (cerita) dan Takeshi Obata (ilustrasi) yang sebelumnya sukses besar dengan serial komik Death Note. Karena itu tidak heran kalau sebagian besar ilustrasi dan sifat dari beberapa karakter di Bakuman hampir mirip dengan beberapa karakter di Death Note, misalkan ilustrasi Takagi Akito yang mirip dengan Light Yagami atau kejanggalan dalam bertingkah laku yang diperlihatkan Niizuma Eiji yang mirip dengan L yang merupakan rival dari tokoh utama Death Note. Komik ini juga tidak melulu memperlihatkan art ala Bakuman, maksudnya ialah dalam mengikuti Bakuman ada beberapa episode dimana pembaca akan 'membaca' manga/komik lain yang sedang dibahas dalam Bakuman, misalkan ketika Mashiro dan Takagi sedang membaca CROW karya Niizuma Eiji, maka untuk beberapa halaman anda seakan dibawa membaca manga CROW.

Di komik ini anda juga akan mengetahui seputar pengetahuan tentang membuat komik dari  pembuatan name, peralatan membuat komik (seperti: G-pen,tinta,dll), pertemuan antara komikus dan editor, pengerjaan komik yang melibatkan asisten, serta adanya kuisioner atau angket untuk menentukan popularitas komik yang ada di majalah Jump. Selain itu ada beberapa pembagian jenis manga seperti mainstream battle-manga, non-mainstream battle manga, dark manga dan gag manga.
P.s. komik Bakuman sudah diangkat ke layar animasi ( lebih sering kita dengar Anime) dan berakhir pada season 3 tahun 2012 kemarin. 

0 comments:

Post a Comment